Peran Kepemimpinan dalam Membentuk Budaya Kerja yang Positif di Lingkungan Kampus Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi
Kata Kunci:
budaya kerja, kepemimpinan, perguruan tinggi, kolaborasi, kinerja organisasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan dalam membentuk budaya kerja yang positif di lingkungan Kampus Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain potong lintang. Untuk keperluan penyusunan contoh artikel ilmiah, digunakan dataset sintetis yang merepresentasikan 84 dosen dan tenaga kependidikan, dipilih secara proporsional dari populasi ilustratif sebanyak 106 pegawai. Instrumen terdiri atas 20 butir peran kepemimpinan dan 20 butir budaya kerja positif dengan skala Likert lima tingkat. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa peran kepemimpinan berada pada kategori tinggi dengan rerata 3,90, sedangkan budaya kerja positif berada pada kategori tinggi dengan rerata 3,76. Instrumen memiliki reliabilitas yang baik, yaitu Cronbach's alpha 0,884 untuk kepemimpinan dan 0,910 untuk budaya kerja. Peran kepemimpinan berkorelasi positif dan signifikan dengan budaya kerja positif (r = 0,653; p < 0,001). Model regresi menunjukkan koefisien beta 0,653, nilai t = 7,798, dan R² = 0,426. Artinya, kepemimpinan menjelaskan 42,6% variasi budaya kerja positif. Keteladanan, komunikasi visi, partisipasi, dukungan, penghargaan, dan konsistensi kebijakan merupakan praktik utama yang direkomendasikan untuk memperkuat integritas, kolaborasi, komunikasi terbuka, pembelajaran, inovasi, dan orientasi layanan di kampus.



